PGRI Pandeglang Minta Boediono Tingkatkan Anggaran Pendidikan
Category: Nasional, Posted on Juni 16th, 2009 by adminBANTEN - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang H. Samanhudi meminta kepada Cawapres Budiono untuk lebih meningkatkan alokasi anggarannya ke dunia pendidikan. Hal ini dikatakan pada saat silaturahmi dan dialog Cawapres Budiono dengan para guru di salah satu rumah makan depan alun-alun Pandeglang (selasa 16/06).
Samanhudi meminta agar dunia pendidikan lebih diperhatikan karena saat ini kondisi dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Pandeglang yang nota bene sebagai landasan untuk meningkatkan sumberdaya manusia masih jauh tertinggal di banding dengan negara lain.
Lebih lanjut lagi ketua PGRI Kabupaten Pandeglang ini juga meminta agar kesejahteraan guru lebih ditingkatkan, karena nasib para guru saat ini masih belum bisa dikatakan sejahtera, apalagi guru-guru yang berada di daerah terpencil.
“Kami yang berada didaerah sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan, mengingat arti penting pendidikan, dan perhatian terhadap guru agar lebih di tingkatkan,” katanya.
Sementara itu budiono menjawab permintaan tersebut bahwa bila dirinya terpilih kelak, pemerintah siap bekerja untuk rakyat dan memenuhi janji-janji yang pernah diucapkan. “Dunia pendidikan itu sangat penting, untuk itu kita harus lebih memperhatikannya, pemerintah akan melanjutkan dan memperhatikan dunia pendidikan di Indonesia, saat ini sejumlah program sudah di luncurkan pemerintah diantaranya wajar dikdas dengan program sekolah gratis,” tandas Budiono.
Selanjutnya, Budiono yang terus didampingi Bupati Pandeglang melakukan shalat Ashar di masjid agung Ar-Rahman. Kedatangan calon orang nomor dua di Indonesia ini disambut layaknya Budiono sudah menjabat sebagai Wapres. Selain pengawalan yang ekstra ketat, selama dua jam lalulintas di pusat kota Pandeglang pun tertutup untuk umum. Kondisi ini menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan karena ada pengalihan arus lalulintas.
Sebelumnya dialog ini di gelar di aula PKPRI kabupaten Pandeglang yang dipandu Rizal Malarangeng, Budiono ditanya berbagai hal oleh peserta. Di antaranya soal isu Budiono penganut aliran neoliberalisme yang pertanyaannya dilontarkan oleh Muzizatullah, pengurus Gerakan Pro SBY (GPS). Ditanya soal ini, mantan Gubernur Bank Indonesia menyatakan bangsa Indonesia tidak peru risau. Soalnya, Neolib menurut Budiono merupakan konsep ekonomi yang berlaku di Amerika Serikat buah dari pertentangan antara Partrai Demokrat dan Republik.
“Tidak ada bukti saya selaku pakar ekonomi selama ini mengartikan faham neolib. Saya tetap berpinsip ekonomi Indonesua adalah ekonomi kerakyatan yang juga keterlibatan pemerintah didalamnya sangat besar,” katanya.
“Kalaupun benar Indonesia menganut faham neolib mungkin investasi di Negara kita akan sangat memikat para pemilik modal. Kenyataannya Negara kita sampai saat ini masih rangking terakhir Negara tujuan investasi karena memang sistem ekonominya yang berbasis kerakyatan,” pungkasnya.
Dalam dialog, Budiono juga dimintai bantuan agar jika kelak terpilih memperhatikan pendidikan agama Islam di Pandeglang. Pasalnya, menurut salah seorang ulama Pandeglang KH Encep Munajat pendidikan Agama di Kota Santri masih jauh tertinggal oleh daerah lain.
“Kami memohon agar pondok pesantren diperhatikan Pak dan ustad-ustadnya digaji,” harap KH Encep yang kemudian permintaannya disanggupi Budiono. “Pendidikan pesantren sangat penting. Doakan saya dan Pak SBY di Pilres kali ini berhasil dan bisa meralisasikan keinginan pemuka agama di Pandeglang,” Budiono menjawab.
